[Renungan]Jiwa-Jiwa Kering, Bagaikan Pohon Layu yang Tak Pernah Disiram.

“Duniamu adalah Akhiratmu.”

Apapun yang kau kejar di dunia selalu niatkan untuk akhiratmu, pasti akan mendapatkan ketenangan jiwa yang selama ini dicari. Selama ini begitu banyak manusia yang selalu mengejar dunia tanpa memikirkan akan akhiratnya sehingga jiwa-jiwa mereka kering dan mencari pelarian yang malah lebih menjerumuskan kedalam pusaran yang menjauhkan diri dari kehidupan yang mencerminkan Islam.

Terkadang hati mereka terasa hampa dan kosong tanpa terisi akan hal-hal yang menyejukkan jiwa. Sehingga mereka mencari jalan mereka menuju hidayah tersebut dan banyak juga yang tidak mau dan bahkan merasa percuma saja menggapai hidayah tersebut dikarenakan merasa nyaman dengan hal-hal yang akan menjerumuskan mereka kedalam api neraka.

Bagaikan lebah-lebah yang berterbangan mencari bunga, seperti itulah jiwa mereka mencari hal-hal yang dapat memuaskan rasa haus jiwa mereka akan kehidupan yang sesuai dengan tuntunan Islami. Terkadang iman mereka pun masih goyah dan butuh penopang yang kuat untuk benar-benar mantap dijalanNYA.

Baca lebih lanjut

Iklan

[Renungan]Malam Kelam Berbalut Dendam yang Kejam

Malam merayap diantara hitam berhiaskan kelam berbalut dendam yang kejam. Seperti memendam rasa ingin mencekik dan ingin mencabut paksa nyawa dari tubuhnya.

Lebam-lebam bekas hantam godam-godam besar yang sakit meninggalkan jejak kesedihan, kepedihan, dan bahkan keresahaan yang tak berujung dalam kehidupan selanjutnya.

Pasak-pasak amarah menghujam kedalam jiwa yang akan lepas dari tubuh. Menyisakan hanya sebuah pertanyaan apakah yang akan kulakukan apabila sudah tak lagi hidup. Tak ada yang tau akan sebuah jawaban tersebut.

Baca lebih lanjut

[Cerita]Ada Cinta diantara Tumpukan Biji Kopi dan Secangkir Coffee Late

Sumber : IG ; @gf.bpn82

Ada cinta diantara tumpukan biji kopi dan secangkir coffee late. Pahit, asam, dan manisnya bercampur menjadi satu dalam rasa. Semua tak pernah bohong terkadang menyeret kedalam kubangan masa lalu yang teramat menyedihkan dan bahkan menyakitkan hingga menusuk-nusuk jiwa.

Dan tidak tidak hanya itu saja, terkadang meninggalkan jejak yang lama hilangnya bahkan berhari-hari baru akan menghilang. Itu adalah hal yang biasa atau bahkan dapat dikatakan hanya sebagai penghias dalam kehidupan.

Jalani terus jangan pernah untuk berhenti. Lambat laun dirimu akan terbiasa dengan rasa tersebut. Dan akan selalu menyukainya dan bahkan akan rindu apa bila sebentar saja berpisah dengannya walaupun itu hanya sebentar saja.

Baca lebih lanjut

[Esai]Semangkok Harapan Kosong

Kami sudah lelah mendengarkan janji-janji penuh kebohongan meluncur dari mulut-mulut mereka. Tak ada satu pun dari janji-janji tersebut menjadi sebuah kenyataan. Bagiakan angin yang berlalu mereka berucap dan kemudian melupakan segalanya saat diatas kekuasaan. Selalu saja mereka menuangkan harapan-harapan kosong kedalam mangkok-mangkok kami. Dengan mudah mereka mencuci otak kami dengan pundi-pundi uang mereka sendiri, agar mamu memilih dan membuat mereka menjadi penguasaa yang menindas rakyat kecil.

Mereka selalu saja mengatas namakan rakyat miskin atas kepentingan pribadinya. Tak hanya itu mereka menguras dan mengambil uang-uang yang seharusnya untuk kesejahterahan dan kemakmuran kami. Mereka dapat berpoya-poya di dalam kepedihan kami, mereka bersenang-senang dalam kesedihan kami. Tak pernah memperdulikan betapa kami begitu laparnya, betapa kurus keringnya kami karena hanya betapa butuh perjuangan yang panjang untuk mencari uang demi sesuap nasi.

Kami tidak butuh janji-janji bohong, yang kami butuh adalah kepastian bahwa janji-janji tersebut terpenuhi atau bahkan menjadi kenyataan agar kehidupan kami makmur dan tentram. Tak perlu ada lagi mereka yang selalu mengambil hak-hak rakyat miskin, menindas kami, dan bahkan mengucilkan kami dari segala kehidupan bermasyarakat. Ini semua akibat ulah mereka yang selalu menggerogoti hak-hak kami.

Baca lebih lanjut

[Artikel]Dengan Membaca Kau Akan Menggenggam Dunia

Membaca merupakan kegiatan meresepsi, menganalisis, dan menginterpretasi yang dilakukan oleh pembaca untuk mendapatkan pesan dan informasi yang disampaikan oleh penulis dalam bentuk sebuah tulisan (baca : buku). Dengan membaca kita dapat mengetahui segala macam informasi yang positif dan bahkan mengetahui keadaan sebuah negara tanpa harus kita kesana dan merasakannya langsung.

Perlu diketahui minat baca di Indonesia berada diperingkat 60 dari 61 negara. Berarti perbandingan dapat kita simpulkan adalah 1:1000, yang artinya dalam 1000 penduduk Indonesia hanya 1 orang saja yang suka membaca. Hal ini sangat memprihatikan sekali dengan jumlah penduduk sekitar 200 juta lebih hanya sekitar seper sekian yang suka membaca. Beda dengan negara tetangga Singapur dan Malaysia minat membaca sangat tinggi sekali.

Mengapa minat membaca di Indonesia sangat rendah sekali? Ini diakibatkan oleh kurangnya orangtua untuk membacakan buku cerita (mendongeng) kepada anak-anak mereka. Selain itu kebiasaan membaca dalam keluarga telah sebagian menghiang dikarenakan kesibukan kedua orangtua sehingga waktu untuk membaca pun tidak ada lagi.

Baca lebih lanjut

Apakah Kamu Bisa?

Entah kali ini ku ingin menceritakan apa yang mungkin para pembaca akan merasa heran dengan tulisan saya ini. Mungkin bisa dibilang ogah alias tidak mau membacanya. Ah biarlah baca atau tidak dibaca tetap saja akan saya tulis.

Kali ini saya merasa perlu untuk menulis permasalahan ini. Galau sih enggak, semenjak saya bergabung di Yuk! Ngopi Balikpapan (merupakan sebuah komunitas yang membahas tentang agama Islam), belum lama saya bergabung disana tapi ada rasa persaudaraan seiman yang tumbuh disana.

Karena tekat ingin berhijrah agar menjadi lelaki yang lebih baik, akhirnya saya tanpa ragu langsung bergabung di komunitas tersebut (Yuk! Ngopi). Belum lama bergabung tapi rasa persaudara seiman tumbuh didalam diri saya.

Baca lebih lanjut

[Cerita]Kapan Nikah?

“Kapan nikah?” Pertanyaan ini selalu dilontarkan disaat yang tidak tepat (disaat kumpul keluarga) dimana dan kapan pun (tak melihat situasi dan kondisi). Ini benar-benar menguji kesabaran saya sebagai yang terbully. Tidak hanya di keluarga saja dalam komunitas pun saya terkena bully soal sensitif ini.

waktu demi waktu akhirnya saya kebal juga dengan pertanyaan tersebut hingga suatu waktu saya tersadar dari sebuah ucapan seorang yang saya sayangi (baca : ibu). “Ibu sudah tua waktunya momong cucu,” Perkataan itu terus mengiang-ngiang ditelinga saya hingga terbawa mimpi.

dulu banget target menikah diusia 25 tahun (ini sih target setiap laki-laki), namun hingga saat ini masih asyik menjomblo (akibat di tolak mentah-mentah oleh perempuan yang menjadi targetku). Semua itu tidak saya pikirkan hingga keluarlah qoute yang menyadarkan diriku tersebut.

Baca lebih lanjut

[Renungan]Dikala Sujudku

Dikala sujudku, ku bermunajat kepadamu ya Allah. Curhat segala resah gundah hati hanya kepadaMU tiada yang lain.

Tanpa disadari meneteslah airmata kesedihan yang membuncah didalam hati. Rasa gelisah akan kehidupan ku serahkan hanya kepadaMU tiada yang lain.

Agar esok hari jiwa ini akan merasa tenang untuk menghadapi permasalahan yang baru lagi.

Baca lebih lanjut

[Renungan]Airmata dari Tuhan

Kelabu telah sekian lama memeluk awan putih. Sebentar lagi airmata dari Tuhan akan jatuh dari angkasa luas untuk membasahi bumi ini. Disaat inilah paling tepat umat manusia untuk bermunajat (baca : berdoa) kepada sang pencipta alam semesta ini.

Adakalanya airmata itu jatuh dengan segala amarahNYA. Kilat, guntur yang menggelegar memekakan gendang telinga dan bahkan angin ribut menghiasinya.

Jangan pernah menghujat airmataNYA apa lagi membencinya karena dalam airmata tersebut penuh dengan keberkahan yang hakiki yang kekal.

Baca lebih lanjut

Apakah Permasalahan Pasca Lebaran?

Sumber : Dokumentasi Pribadi

Setiap pasca lebaran ada saja yang tertinggal. Bertumpuk-tumpuk di bak sampah tanpa ada pengolahan yang baik dan benar.

Bau menyengat menyambut hidung saat melawati tempat tersebut. Seperti yang Anda lihat difoto letaknya persis dipinggir jalan. Terkadang sampah yang berserakan tidak sedap dipandang mata berhamburan sampai ketengah jalan.

Seharusnya pemkot atau DKPP memandang kestetikaan tempat pembuangan sampah tersebut. Dan tidak hanya itu saja ada baiknya membuang sampah terjadwal seperti dulu. Oh, iya petugas pembersihnya juga harus tersedia banyak sehingga sampah dapat terangkut dengan baik.

Baca lebih lanjut