Bersama ASTRA Membangun Asa

banner-kba

Balikpapan, 13 Oktober 2018. Hujan mengiringi perjalanan kami bersama team Astra Indonesia menuju Kampung Berseri Astra (KBA) Karang Joang Km 15. Perjalanan yang penuh dengan kegalauan dikarenakan tangisan bumi yang tarus menumpahkan airmatanya (baca : hujan). Namun, semua itu tidak menghalangi kegiatan yang telah direncanakan jauh-jauh hari oleh Astra Indonesia.

WhatsApp Image 2018-10-13 at 5.28.32 PM

Sumber : Helmy

Tak terasa bus yang ditumpangi berhenti di daerah yang asri dan sejuk. Satu per satu akhirnya kami turun dan berjalan kaki dibawah rintik-rintik hujan menuju sebuah tempat. Ternyata yang pertama dituju adalah sebuah sekolah negeri tepatnya SDN 026 Balikpapan Utara. Setelah sampai kami semuanya disambut ibu-ibu atau bisa disebut oma-oma sih, yang duduk dengan manis dikursi panjang. Sedangkan di dalam ruang kelas sedang berlangsung senam untuk lansia.

P1000012

Sumber : Pribadi

 

Kampung Berseri Astra DSC_0534

Sumber : Adam Afrixal

Selain itu di depan (sebenarnya disamping kiri sih), telah tersedia berbagai macam panganan jajanan kampung yang dibuat oleh ibu-ibu yang tinggal di wilayah tersebut. Masih banyak acara yang sedang berlangsung di sekolah tersebut, selain yang saya tulis diatas. Mulai pembagian susu untuk anak-anak, bermain bersama, hingga talkshow dan pemeriksaan kesehatan bagi lansia.

Kampung Berseri Astra DSC_0545

Sumber : Pribadi

P1120720

Sumber : Pribadi

P1120738

Sumber : Pribadi

P1120750

Sumber : Pribadi

Akhirnya kaki ini membawa ke rumah yang terletak di seberang sekolah (tidak jauh sih). Disana terdapat warga yang menjual sayur mayur (yang sudah matang) dan buah-buahan berupa jambu dan belimbing madu (Rp. 30.000/kg) yang ternyata manis banget loh. Tidak hanya itu saja ada pula asinan salak serta panganan manis lainnya (Rp.5.000).

P1120730

Sumber : Pribadi

Kampung Berseri Astra DSC_0585

Sumber : Adam Afrixal

 

Menurut saya kondisi sekolah yang dominan berwarna biru muda dan putih ini masih dalam kondisi yang cukup lumayan masih bagus (ini sih menurut saya). Tapi sangat disayangkan saya lupa untuk mengecek keadaan perpustakaannya apakah ada atau tidak ada, sehingga luput dari pantauan akan koleksi buku-bukunya, apakah banyak buku bacaan anak atau tidak ada.

Setelah acara selesai di SDN 026, kembali dengan berjalan kaki ria dibawah rintik rintik hujan yang membasahi baju. Kini kita menuju sebuah balai yang merupakan tempat berkumpulnya warga baik itu saat posyandu atau bahkan adanya pelatihan. Sepertinya tempat ini baru dibangun karena terlihat masih baru.

Saat memasuki ruang yang mereka sebut dengan rumah pintar ternyata mata saya menangkap adanya rak-rak buku yang tertata rapi dan berbagai macam buku bacaan tersedia disana serta dua perangkat komputer digunakan untuk pelatihan. Dan sekali lagi sangat disayangkan ternyata buku bacaan untuk anak-anak minim sekali.

P1120772

Sumber : Pribadi

P1120760

Sumber : Pribadi

Setelah itu kami semuanya termasuk dari team Astra Indonesia melakukan bincang-bincang ringan bersama Bapak Tardi mengenai daerah tersebut. Saya masih ingat saat pertama kali menginjakan kaki dikampung tersebut masih dalam keadaan yang tak seindah sebelum CSR(Corporate Social Resposibility) Astra telah mengubahnya menjadi seperti sekarang.

P1120777

Sumber : Pribadi

Setelah berbincang-bincang santai, dengan suasana yang masih mendung dengan hujan rintik-rintik kembali masuk kedalam bus untuk menuju pemberhentian berikutnya. Kali ini bersama dengan Pak Tardi, kami, dan team Asrta berhenti di sebuah bangunan ternyata sebuah tempat pengelolaan dan penyimpanan kain majun dikelola oleh Srikandi Berseri.

Ternyata kain majun tersebut digunakan oleh perusahan alat berat salah satunya oleh PT. Komatsu Remanufacturing Asia Balikpapan dan perusahan-perusahaan lainnya termasuk Astra Indonesia. Kegunaan dari kain tersebut adalah untuk membersihkan kotoran-kotoran yang terdapat di alat-alat berat. Mengenai harga dari kain majun tersebut, ternyata kain  putih lebih mahal (Rp.19.900) dari pada yang berwarna (Rp.9.900). Kok bisa? Ternyata oh ternyata, kain putih lebih awet tidak cepat berserabut dari pada yang berwarna. Oleh karena itu jadi mahal harganya.

P1120783

Sumber : Pribadi

Dari tempat pengolahan dan penyimpanan kain majun, dengan hanya berjalan kaki menuju ke jempatan panjang atau jembatan panjang DAS Manggar (saya sih menyebutnya dengan jembatan biru). Disini pemandangannya sangat indah sekali, sebenarnya jembatan ini merupakan penghubung antar dua kampung. Sehingga banyak motor yang berlalu lalang menuju kampung sebelah.

P1120794

Sumber : Pribadi

Kampung ini dibangun dengan empat pilar Program Kontribusi Sosial Berkelanjutan Astra yang terdiri : (a) Pendidikan, (b) Kewirausahaan, (c) Lingkungan, dan (d) Kesehatan. Dari empat pilar tersebut agar dapat diimplementasikan dengan baik kepada masyarakat dilingkungan tersebut.

Mulai dari pilar pertama mengenai pendidikan, tidak hanya pendidkan formal tapi warga perlu juga adanya pendidikan informal. Dengan adanya rumah pintar dikawasan KBA tersebut memberikan angin segar bagi warga. Seperti yang diketahui bahwa dimanapun dan kapanpun kita sebagai manusia bisa mendapatkan ilmu dengan secara gratis. Namun, yang saya ketahui adalah terkendala dengan pengajar (itu yang saya ketahui saat ini).

Melalui pendidikan informal, seperti adanya pelatihan-pelatihan mengenai dasar-dasar komputer seperti penggunaan word, excel, dan lain-lainnya. Tidak hanya itu saja bisa juga diadakan pelatihan tentang internet salah satunya mengenai blog. Sehingga mereka bisa menulis tentang kegiatan-kegiatan yang diadakan dikampung tersebut. Hitung-hitung mereka bisa mempromosikan KBA kehalayak banyak (jangkauannya luas) dan ini akan terkait dengan pilar kedua yaitu tentang kewirausahaan.

Bagi anak-anak sekitar setiap dua minggu sekali ada baiknya selalu diadakan kegiatan-kegiatan yang meningkatkan minat mereka akan buku atau segala macam kegiatan yang menyangkut dengan pembelajaran mereka. Dan untuk anak-anak Paud, Tk, SD kelas satu dan dua perlu diadakan kegiatan mendongeng agar menanamkan nilai-nilai budi pekerti dalam diri mereka.

Masuk kedalam pilar kedua mengenai kewirausahaan, adanya pengelolaan kain majun yang dikelola oleh serikandi berseri dikampung ini. Membuktikan bahwa kampung ini memiliki jiwa wirausaha yang sangat kuat. Tidak hanya mengenai kain majun saja, seharusnya ada usaha-usaha lainnya yang bergerak roda pereknomoian dikampung ini.

Hal ini terkait dengan pilar pertama mengenai pendidikan (pelatihan-pelatihan informal). Perlunya pelatihan-pelatihan yang bekerja sama dengan para mentor yang berkompeten dibidangnya (hal ini dapat bekerjasama dengan penggiat UMKM di Balikpapan) untuk memberikan pelatihan-pelatihan.

Pilar ketiga yaitu mengenai lingkungan. Lingkungan yang asri dan indah tercipta dari kesadaran masyarakatnya. Di KBA Karang Joang Km 15 ini sudah berubah menjadi kampung yang bersih, indah, dan asri. Ada satu hal yang membuat saya bertanya-tanya hingga saat ini. Kemana kah perginya sampah-sampah hasil rumah tangga? Tidak ada satu pun yang dibuang sembarangan. Atau bahkan dibakar dipekarangan rumah. Sangat disayangkan sekali masih ada lahan yang kosong yang hanya ditumbuhi oleh semak belukar.

Seharusnya lahan tersebut bisa digunakan untuk berkebun hydroponik, untuk pembudidayaan tanaman obat, atau bahkan untuk tanaman buah-buahan yang dapat menghasilkan pundi-pundi uang bagi warga masyarakat. Dan sekali lagi terkait dengan pilar yang kedua sehingga menciptakan usaha-usaha baru bagi mereka.

Disaat saya dan kawan-kawan berada di jembatan panjang, ada satu hal yang benar-benar menggangu pengelihatan saya. Adanya tempak bak sampah yang rusak dipinggir jembatan. Sehingga menggangu kenyamanan kita sebagai pengunjung. Walau pun itu menurut saya sudah mengajarkan para pengunjung yang datang ke kampung tersebut untuk selalu buang sampah pada tempatnya.

Pilar terakhir adalah mengenai kesehatan. Dengan lingkungan yang bersih menciptakan jiwa yang sehat. Kembali pilar ke tiga mengenai lingkungan saling terkait dengan dengan pilar yang terakhir ini. Adanya posyandu balita dan lansia, mencerminkan bahwa kesehatan merupakan hal nomor satu dalam kehidupan tiap manusia.

Penanaman jiwa sehat kepada anak-anak tingkat sekolah dasar pun sangat perlu (itu menurut saya). Seperti mencuci tangan sebelum makan atau selesai berkegiatan, selalu membuang sampah pada tempatnya, dan bahkan mengenai makanan-makanan sehat dan tidak sehat. Jiwa yang sehat dan kuat merupakan kunci menjadi anak yang pintar.

Saya berharap dengan empat pilar tersebut, KBA (Kampung Berseri Astra) dapat dijadikan tempat edu wisata. Wisata yang mengusung tentang pendidikan, kewirausahaan, lingkungan, dan kesehatan. Agar dapat mengedukasi masyarakat Balikpapan selalu mencintai alam serta menciptakan jiwa yang sehat.

Iklan

7 respons untuk ‘Bersama ASTRA Membangun Asa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s